Monday, July 17, 2006

Latihan Evakuasi

Apakah sampeyan tergolong buruh yang mengais rejeki di gedung-gedung pencakar langit kota Jakarta ?
Bila jawabannya adalah 'ya' (ada yang jawab sambil emosi lho) , mungkin sekali dua kali sampeyan pernah merasakan latihan kebakaran di gedung sampeyan.

Bagi yang belum pernah,
Latihan kebakaran ini adalah semacam simulasi, seolah-olah gedung mengalami peristiwa kebakaran, kemudian dilakukan proses evakuasi para penghuni gedung lewat tangga, diiringi bunyi sirine kebakaran yang merdu tiada henti, dibarengi dengan simulasi para petugas keamanan gedung untuk mengamankan jalannya evakuasi dan segera mengatasi api.
Tujuan yang mulia.

Tetapi efek samping dari tujuan yang mulia ini sungguh tidak mulia. Untuk buruh yang menempati lantai 21, turun dari lantai ini ke lantai 1 sungguh bukan suatu pekerjaan yang menyenangkan. Ngos-ngosan, kaki pegel dan bau kecut karena keringetan (maklum, berjubel dengan banyak orang di tangga darurat) adalah efek minimalnya. Masih ada penderitaan linu-letih-lesu yang bakalan menyusul nanti sore dan besok pagi.
Sebenernya yang salah bukan latihannya sih, tapi salah sendiri nggak pernah olahraga.

Seperti hari Jumat kemaren. Di gedung ini ada latihan kebakaran. Anehnya, tidak seperti di gedung-gedung lain yang pernah saya tempati, di gedung ini jadwal latihan kebakaran sudah diumumkan sebelumnya. Lha jelas nggak rame dong, banyak orang (termasuk saya) sudah tahu wabhwa kalo nanti sirinenya sampe bunyi, itu cuman latihan. Alhasil beberapa orang oknum dan saya mulai mengatur strategi untuk "bolos" latihan demi menjaga kesehatan kaki sendiri.

Beberapa tempat sudah disurvei untuk sembunyi, tapi masih kurang sreg, di toilet terlalu nggak nyaman, di ruang server terlalu dingin, di pantry pasti diperiksa oleh orang-orang GA.... lha terus di mana nih ?

Untung seribu untung pas di toilet, saya ketemu dengan seorang (seekor ?) staff IT yang sedang pipis, yang sekarang ini sedang 'terbuang' di ruang meeting ujung, untuk bekerja bakti membangun HR system. Dengan senang hati saya mengikuti undangannya untuk ngumpet di ruang meeting ujung yang jarang dijamah manusia. OB aja males nganter minum kesitu.
Ternyata, bagaikan bunker, diruang meeting terpencil ini semua sudah lengkap tersedia. Aqua, gorengan, cemilan mulai dari kacang kulit sampe marning jagung ada semua disini dan melimpah ruah. Makanya nggak kelar-kelar kerjanya, sibuk ngunyah mulu sih !

Ya sudah, akhirnya saya menemukan tempat bolos yang nyaman, dan GA nggak mungkin ngecek jauh sampe kesitu. Cemilan ada, air ada, Laptop nganggur buat browsing ada.... kurang apa lagi ?
Jadilah kita-kita para oknum IT membolos latingan, sambil menikmati suara sirine kebakaran disambi mengunyah tahu goreng.

Semoga sampe selamanya, nggak akan pernah terjadi kebakaran beneran !

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

mantaaab... akhirnya bisa ngoment... Lhadalah... iki latihan kobongan opo wedhangan... wooo.. mugo-mugo latihan terus ngono yo pakdhe..:)

Suk yen dikandhani ono latihan maning, sangu sego kucing ko ngomah wae... :D

2:14 PM  
Blogger Andy said...

Lha nyuwun ngapuro mbah... soalnya blog ini juga hasil iseng nunggu latihan kobongan kelar....

2:58 PM  
Anonymous Anonymous said...

hahahahah....ik dahaoele adala itoe kapiten latihan kebakaran boeng, dapet bole itoe topie en seragam....maimang itoe mbikin kitaorang poenja dengkoel bole tjopot djikalaw tijada perna olahraga itoe.....he boeng, koweorang mbikin RSS make apa itoe poen > Bole kasie oendjoek ka kitaorang dong !

10:58 AM  

Post a Comment

<< Home