Surat (Gempa) Berantai
Pagi ini, waktu cek e-mail, ada e-mail dari rekan yang memberitakan bahwa hari
ini, pada jam sekian, akan terjadi gempa sekian skala richter di Jakarta. Kemaren siang, ada juga e-mail seperti itu. Nggak cuman e-mail, temen-temen dari YM juga saling memforward kabar-kabar jadwal gempa seperti itu. Biasanya, ada embel-embel bahwa berita ini berasal dari badan meteorologi luar negeri, bisa Jepang, atau bahkan Timbuktu . Ada yang asalnya dari mail perorangan, ada yang berasal dari milis.
Kemudian kemaren siang, habis makan siang, istri tersayang telepon dari rumah, dia bilang, ati-ati, nanti sore jam 14:20 katanya akan ada gempa di Jakarta. Cuman aku jawab "Ya.... berdoa saja semoga nggak ada gempa". Katanya berita itu dari Pemda. Aku tanya, kok nggak dari BMG, katanya BMG kurang akurat prediksinya, dan ini orang Pemda-nya dikasih tau dari badan meteorologi luar negeri. Mantap juga pemda Jakarta ini kalo benar begitu.
Nggak mau kalah dengan media lain, media sms juga dipakai untuk menyebarkan kabar meresahkan ini. Beberapa sms sudah sempat diterima dan isinya kurang lebih sama. mengabarkan gempa di Jakarta sebentar lagi.
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah baca di suatu media dan dengar di tivi, bahwa gempa itu TIDAK BISA diramalkan WAKTU terjadinya. Ini keterangan resmi dari BMG, yang waktu itu salah satu pejabatnnya diwawancarai di TV. Dan hal itu sesuai yang aku baca di The Pacific Northwest Seismograph Network
Selain itu, aku juga pernah baca di Savage Earth - Quake Prediction
Jadi, sebenarnya, tidak ada alasan untuk percaya berita tentang semacam itu. Apalagi menyebutkan bahwa gempa akan terjadi pada jam 14:20, wah ini angka mistik dari mana ?
Kok seperti sholat aja, pake jadwal.
Setahu saya, yang tahu jadwal gempa itu ya cuman yang Maha Tinggi.
Hal ini tidak terjadi kalau masyarakat percaya pada pemerintahnya. Badan Meteorologi dan Geofisika adalah instrumen pemerintah. Kalau omongan BMG yang sebenarnya benar dianggap omong kosong, dan orang lebih percaya pada omong kosong orang lain yang dianggap lebih benar, lha mau jadi apa masyarakat kita ini ? Ini baru contoh kecil saja lho, begitu mudahnya orang percaya dengan berita gempa yang asalnya dari sumber antah berantah yang tentu saja jauh dari dapat dipercaya. Lha, apa penyebab rakyat nggak percaya sama lembaga yang sudah ada ? Embuh.
Semoga BMG bisa mulai dari sekarang, untuk berperan sebagai lembaga yang baik dan terpercaya, dan akurat serta cepat antisipasi bencananya. Mungkin salah satu langkahnya adalah dengan memindah hostingan websitenya ke hosting yang lebih reliable dan cepat , mosok website kok leletnya minta ampun. Gimana orang mau baca ?
Aku masih nggak tahu, apa maksud pengirim mail semacam itu. Apakah iseng ? atau asal forward aja, atau memang paranoid, atau ada niat-niat tertentu yang kurang baik ? Sudah bukan hal yang aneh, yang sudah terjadi di Pangandaran kemaren, orang teriak-teriak tsunami di siang bolong, biar penduduk pada lari dan dia leluasa menjarah harta yang ditinggalkan. Ya begitulah.... karena orang sudah nggak tau harus percaya pada siapa, maka kabar apapun langsung ditelan mentah-mentah.
Tukang forward mail kayak ginian juga mestinya cari info dulu, ke internet kek, karena kalo suka buang-buang bandwidth gitu asumsinya adalah orang-orang yang main internet gratis alias bandwidth berlimpah.Cek dulu sebelum bikin panik orang lain. Sayang bandwidthnya kan, cuman buat ngirim sampah.
Memang kita harus berhati-hati, tapi kalau terlalu berhati-hati dan paranoid, akhirnya ya malah nggak dapat apa-apa. Kembalikan saja semuanya kepada Allah yang Maha Mengetahui.
Yah, paling tidak, dari semua ini aku masih bisa ambil hikmahnya. Dari banyak mail, sms dan telpon dari istri, itu menunjukkan bahwa masih banyak orang yang perhatian sama aku :)
ini, pada jam sekian, akan terjadi gempa sekian skala richter di Jakarta. Kemaren siang, ada juga e-mail seperti itu. Nggak cuman e-mail, temen-temen dari YM juga saling memforward kabar-kabar jadwal gempa seperti itu. Biasanya, ada embel-embel bahwa berita ini berasal dari badan meteorologi luar negeri, bisa Jepang, atau bahkan Timbuktu . Ada yang asalnya dari mail perorangan, ada yang berasal dari milis.Kemudian kemaren siang, habis makan siang, istri tersayang telepon dari rumah, dia bilang, ati-ati, nanti sore jam 14:20 katanya akan ada gempa di Jakarta. Cuman aku jawab "Ya.... berdoa saja semoga nggak ada gempa". Katanya berita itu dari Pemda. Aku tanya, kok nggak dari BMG, katanya BMG kurang akurat prediksinya, dan ini orang Pemda-nya dikasih tau dari badan meteorologi luar negeri. Mantap juga pemda Jakarta ini kalo benar begitu.
Nggak mau kalah dengan media lain, media sms juga dipakai untuk menyebarkan kabar meresahkan ini. Beberapa sms sudah sempat diterima dan isinya kurang lebih sama. mengabarkan gempa di Jakarta sebentar lagi.
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah baca di suatu media dan dengar di tivi, bahwa gempa itu TIDAK BISA diramalkan WAKTU terjadinya. Ini keterangan resmi dari BMG, yang waktu itu salah satu pejabatnnya diwawancarai di TV. Dan hal itu sesuai yang aku baca di The Pacific Northwest Seismograph Network
It may never be possible to predict the exact time when a damaging earthquake will occur, because when enough strain has built up, a fault may become inherently unstable, and any small background earthquake may or may not continue rupturing and turn into a large earthquake. While it may eventually be possible to accurately diagnose the strain state of faults, the precise timing of large events may continue to elude us
Selain itu, aku juga pernah baca di Savage Earth - Quake Prediction
Can earthquakes be predicted? Many seismologists would probably answer, "Not yet, but eventually." But to date, nobody has been able to predict earthquakes reliably enough and over short enough time scales to allow the evacuation of threatened cities. Some scientists have entirely lost faith in earthquake prediction. They say that so many factors decide whether a fault will rupture that earthquakes could well be inherently unpredictable in a practical sense
Jadi, sebenarnya, tidak ada alasan untuk percaya berita tentang semacam itu. Apalagi menyebutkan bahwa gempa akan terjadi pada jam 14:20, wah ini angka mistik dari mana ?
Kok seperti sholat aja, pake jadwal.
Setahu saya, yang tahu jadwal gempa itu ya cuman yang Maha Tinggi.
Hal ini tidak terjadi kalau masyarakat percaya pada pemerintahnya. Badan Meteorologi dan Geofisika adalah instrumen pemerintah. Kalau omongan BMG yang sebenarnya benar dianggap omong kosong, dan orang lebih percaya pada omong kosong orang lain yang dianggap lebih benar, lha mau jadi apa masyarakat kita ini ? Ini baru contoh kecil saja lho, begitu mudahnya orang percaya dengan berita gempa yang asalnya dari sumber antah berantah yang tentu saja jauh dari dapat dipercaya. Lha, apa penyebab rakyat nggak percaya sama lembaga yang sudah ada ? Embuh.
Semoga BMG bisa mulai dari sekarang, untuk berperan sebagai lembaga yang baik dan terpercaya, dan akurat serta cepat antisipasi bencananya. Mungkin salah satu langkahnya adalah dengan memindah hostingan websitenya ke hosting yang lebih reliable dan cepat , mosok website kok leletnya minta ampun. Gimana orang mau baca ?
Aku masih nggak tahu, apa maksud pengirim mail semacam itu. Apakah iseng ? atau asal forward aja, atau memang paranoid, atau ada niat-niat tertentu yang kurang baik ? Sudah bukan hal yang aneh, yang sudah terjadi di Pangandaran kemaren, orang teriak-teriak tsunami di siang bolong, biar penduduk pada lari dan dia leluasa menjarah harta yang ditinggalkan. Ya begitulah.... karena orang sudah nggak tau harus percaya pada siapa, maka kabar apapun langsung ditelan mentah-mentah.
Tukang forward mail kayak ginian juga mestinya cari info dulu, ke internet kek, karena kalo suka buang-buang bandwidth gitu asumsinya adalah orang-orang yang main internet gratis alias bandwidth berlimpah.Cek dulu sebelum bikin panik orang lain. Sayang bandwidthnya kan, cuman buat ngirim sampah.
Memang kita harus berhati-hati, tapi kalau terlalu berhati-hati dan paranoid, akhirnya ya malah nggak dapat apa-apa. Kembalikan saja semuanya kepada Allah yang Maha Mengetahui.
Yah, paling tidak, dari semua ini aku masih bisa ambil hikmahnya. Dari banyak mail, sms dan telpon dari istri, itu menunjukkan bahwa masih banyak orang yang perhatian sama aku :)

3 Comments:
dulu pas musim bom juga gitu, semua dikirimi kabar akan ada bom di gedung ini dan itu.. trus sekarang gempa.. habis ini mungkin akan ada yang nyebarin berita ntar lagi kiamat...
intinjah, djangan berlama2 di koweorang poenaj gedong tinggi boeng....msitih itoe soerat electrisch iang make itoe awan loeroes ja ? Ik djoewa bole dapet....
Walah Zen yo percoyo to...
kuwi fotone neng Jepang ndoel, dudu neng kuningan
Post a Comment
<< Home